Marsha Timothy Foto: Deni
Ketika ditemui di Blitz Megaplex, Jumat (12/11), Marsha pun dengan semangat menceritakan pengalaman pertamanya ini. "Awalnya seru karena proses dari awalnya juga, kayak meeting-meetingnya dan cari pemain. Deg-degan pasti, pertama mulainya sangat-sangat gak yakin ya. Untungnya kameramen dan semua departemen yang terlibat sangat membantu, aku bener-bener bersyukur. Proses syutingnya 24 jam," ungkapnya.
Bukannya stress, Marsha malah benar-benar bersemangat sampai-sampai datang terlalu pagi ke lokasi syuting. Walau penggarapan cerita pendek ini dirasa Marsha kurang memuaskan, namun baginya cukup menyenangkan karena digarap dengan penuh kasih sayang.
Walau merasa bahwa peran sebagai aktris masih lebih berat, namun kurangnya pengalaman membuat Marsha perlu lebih banyak belajar.
"Jadi sutradara itu susah! Dan film itu gak mungkin terjadi kalau gak ada teamworknya. kesulitan yang kudapat saat syuting, si pemeran Timur, dia hari itu sakit sesak (nafas) akhirnya dia therapy dulu, untungnya gak papa dan langsung dibolehkan syuting. Kalau nggak kan aku nggak tau harus cari pengganti ke mana?" pungkasnya penuh semangat. (kpl/dis/mae)
